“Rivals can easily copy your improvements in quality and efficiency.
But they shouldn’t be able to copy your strategic positioning –
what distiguishes your company from all the rest.”

Michael A. Porter, 1996.

Minggu, Agustus 29, 2010

Mengaktifkan function =terbilang( ) pada Excell

diperuntukkan nilai angka menjadi terbilang:

120000 = "seratus dua puluh ribu"

Bagi Anda yang kesulitan menerapkan macro ini di Excell , berikut adalah petunjuk singkatnya.

  1. Bukalah berkas Excel yang baru, atau berkas milik Anda yang ingin ditambahi kode dibawah ini.
  2. Pergilah ke Tools > Macro > Visual Basic Editor. Langkah ini dapat pula Anda tempuh dengan menekan Alt + F11. Langkah ini akan membuka satu jendela khusus untuk Visual Basic Editor.
  3. Di bagian VBAProject di panel sebelah kiri, klik-kanan ThisWorkbook > Insert > Module.
  4. Di bagian kosong yang terbuka di bagian kanan, tuliskan kode macro yang tadi dibuka di WordPad. Silakan salin-dan-tempel (attachment terlampir).
  5. Kembalilah ke jendela Excel Anda, dan cobalah tuliskan formula terbilang di salah satu sel. Misalnya, tulislah =terbilang(123) maka hasilnya akan berupa tulisan seratus dua puluh tiga rupiah. Anda juga dapat menulis formula dengan =terbilang(B3), misalnya, dan sel B3 berisi angka yang ingin dibuat teks.
syntax lampiran :
-------------------------------------
Option Explicit

Function Terbilang(ByVal MyNumber)
Dim Rupiah, Sen, Temp
Dim Des, Desimal, Count, Tmp

Dim IsNeg

ReDim Place(9) As String
Place(2) = "ribu "
Place(3) = "juta "
Place(4) = "milyar "
Place(5) = "trilyun "

'Ubah angka menjadi string
MyNumber = Round(MyNumber, 2)
MyNumber = Trim(Str(MyNumber))

'Cek bilangan negatif
If Mid(MyNumber, 1, 1) = "-" Then
MyNumber = Right(MyNumber, Len(MyNumber) - 1)
IsNeg = True
End If

'Posisi desimal, 0 jika bil. bulat
Desimal = InStr(MyNumber, ".")
'Pembulatan sen, dua angka di belakang koma
Des = Mid(MyNumber, Desimal + 2)
If Desimal > 0 Then
Tmp = Left(Mid(MyNumber, Desimal + 1) & "00", 2)
If Left(Tmp, 1) = "0" Then
Tmp = Mid(Tmp, 2)
Sen = Satuan(Tmp)
Else
Sen = Puluhan(Tmp)
End If
MyNumber = Trim(Left(MyNumber, Desimal - 1))
End If

Count = 1
Do While MyNumber <> ""
Temp = Ratusan(Right(MyNumber, 3), Count)
If Temp <> "" Then Rupiah = Temp & Place(Count) & Rupiah
If Len(MyNumber) > 3 Then
MyNumber = Left(MyNumber, Len(MyNumber) - 3)
Else
MyNumber = ""
End If
Count = Count + 1
Loop

Select Case Rupiah
Case ""
Rupiah = "nol rupiah"
Case Else
Rupiah = Rupiah & "rupiah"
End Select

Select Case Sen
Case ""
Sen = ""
Case Else
Sen = " dan " & Sen & "sen"
End Select

If IsNeg = True Then
Terbilang = "minus " & Rupiah & Sen
Else
Terbilang = Rupiah & Sen
End If

End Function

'**************************************
' Mengubah angka 100-999 menjadi teks *
'**************************************
Function Ratusan(ByVal MyNumber, Count)
Dim Result As String
Dim Tmp

If Val(MyNumber) = 0 Then Exit Function
MyNumber = Right("000" & MyNumber, 3)

'Mengubah seribu
If MyNumber = "001" And Count = 2 Then
Ratusan = "se"
Exit Function
End If

'Mengubah ratusan
If Mid(MyNumber, 1, 1) <> "0" Then
If Mid(MyNumber, 1, 1) = "1" Then
Result = "seratus "
Else
Result = Satuan(Mid(MyNumber, 1, 1)) & "ratus "
End If
End If

'Mengubah puluhan dan satuan
If Mid(MyNumber, 2, 1) <> "0" Then
Result = Result & Puluhan(Mid(MyNumber, 2))
Else
Result = Result & Satuan(Mid(MyNumber, 3))
End If

Ratusan = Result

End Function

'*******************
' Mengubah puluhan *
'*******************
Function Puluhan(TeksPuluhan)
Dim Result As String

Result = ""
' nilai antara 10-19
If Val(Left(TeksPuluhan, 1)) = 1 Then
Select Case Val(TeksPuluhan)
Case 10: Result = "sepuluh "
Case 11: Result = "sebelas "
Case Else
Result = Satuan(Mid(TeksPuluhan, 2)) & "belas "
End Select
' nilai antara 20-99
Else
Result = Satuan(Mid(TeksPuluhan, 1, 1)) _
& "puluh "
Result = Result & Satuan(Right(TeksPuluhan, 1))
'satuan
End If
Puluhan = Result
End Function

'********************************
' Mengubah satuan menjadi teks. *
'********************************
Function Satuan(Digit)
Select Case Val(Digit)
Case 1: Satuan = "satu "
Case 2: Satuan = "dua "
Case 3: Satuan = "tiga "
Case 4: Satuan = "empat "
Case 5: Satuan = "lima "
Case 6: Satuan = "enam "
Case 7: Satuan = "tujuh "
Case 8: Satuan = "delapan "
Case 9: Satuan = "sembilan "
Case Else: Satuan = ""
End Select
End Function

-------------------------------

Selasa, Mei 04, 2010

SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya"

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi...


Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki "raja jalanan".


Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

"Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaikimobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah
Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

"Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapatmenjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.
====================================================================

5 Resep keberhasilan Honda :

1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

Sumber : http://www.mail-archive.com/ dosen-peneliti@yahoogroups.com

Senin, April 19, 2010

PHP : TroubleShoot pada koneksi SQL Server

Beberapa hal yang bisa kita lakukan apabila ada error pada koneksi SQLserver kita.

Mengatur SQL Server dengan benar: Lakukan proses query secara lokal dengan query analyzer dan pastikan hasilnya sesuai kebutuhan, sebelum kita mengakses tabel menggunakan
PHP.

Tes Koneksi SQL Server: Pastikan SQL Server menerima koneksi menggunakan telnet. Pada command window (DOS Prompt), ketikkan perintah berikut:
"telnet 1433"

Jika ada pesan error "Could not open a connection to host on port 1433: Conn
ect Failed…"
Maka kita harus membuka SQL Server Enterprise Manager m
engecek server dan setting port. Hal ini bisa juga disebabkan oleh sebuah firewall atau SQl Server dalam kondisi down. Jika hasil perintah telnet diatas adalah blank screen, itu menunjukkan bahwa SQL Server menerima perintah koneksi yang kita lakukan.

Cek module PHP kita: Jika pada saat melakukan koenksi kita mendapatkan pesan "Fatal error: Call to undefin
ed function: mssql_connect()" menunjukkan bahwa module MSSQL atau ODBC kita tidak terinstall dengan benar. Cek dan pastikan extension=php_mssql.dll pada php.ini sudah di-uncomment, pastikan juga file dll (php_mssql.dll) sudah terkopi pada folder /php/extensions dan folder /WINDOWS/system32.

Hak Akses yang Cukup: Jika kita menemukan pesan error "Username not associated with a trusted SQL Server...", cek permission kita dengan SQL Server Enterprise Manager.

Pilih Databases dengan benar: Pastikan kita memilih sebuah default databases pada saat pembuatan System DSN. Jika kita menginginkan membuka databses lebih dari satu, maka lakukan dengan fungsi mssql_select_db pada kode PHP.

Cek syntax PHP kita: Pastikan Syntax fungsi MSSQL dan ODBC sudah benar, buka PHP manual untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Ingat !! PHP adalah pemrograman yang case sensitive, jadi pastikan kita mengakses variabel dengan benar.

Anda dapat mempelajari secara lengkap ODBC function dan MSSQL Function pada situs
http://www.php.net/docs.php.


Ujicoba dilakukan pada:
OS -Windows Xp
MS-SQLServer 2000
Web server- XAMPP for Windows Version 1.5.4a dengan Apache 2.2.3 dan PHP 5.1.6

Minggu, April 18, 2010

PHP: How to connect to MS SQL Server database

Below is the code for connecting to a MSSQL Server database

Rabu, April 14, 2010

(IT Strategic) MEMAHAMI KONSEP 7-S McKINSEY

7-S McKINSEY

Konsep 7-S McKinsey terdiri atas (perhatikan Gambar 1):

a. Shared Vision; Visi bersama yang melandasi berdirinya suatu organisasi. Visi ini merupakan suatu guideline bagi para anggota organisasi untuk tumbuh dan berkembang. Suatu visi yang baik adalah visi yang dapat dipahami dengan baik oleh anggotanya. Jika seorang anggota mengalami kesulitan untuk memahami visi organisasinya, maka dia akan cenderung mengambil langkah-langkah berdasarkan common sense-nya semata dan mungkin akan menjadikannya kontraproduktif terhadap kepentingan organisasi. Oleh karenanya, suatu visi yang baik, harus dipahami bersama (menjadi shared vision).

b. Structure; struktur organisasi (organizational structure) merupakan cerminan dari shared vision organisasi dalam upaya pencapaian sasaran dan tujuan organisasi secara optimal. Struktur yang sanggup mencerminkan shared vision dengan baik akan memberdayakan organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan tersebut. Oleh karena struktur organisasi bisnis dan non-for-profit cenderung sangat berbeda.

c. System; sistem yang dikembangkan organisasi juga bersumber pada shared vision yang ada. Sistem ini termasuk berbagai hal yang menyangkut perencanaan, implementasi, kontrol dan evaluasi, anggaran, dan penghargaan.

d. Staff; berdasarkan shared vision yang ada, organisasi membentuk personil di dalamnya (pengurus). Organisasi akan menentukan prasyarat orang-orang seperti apa yang dianggap sesuai dengan keberadaan dan tujuan organisasi. Sebagaimana diketahui, jika tujuan organisasi dan tujuan individu di dalamnya tidak searah, maka akan sangat sulit bagi organisasi tersebut untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

e. Skills; ketrampilan setiap individu di dalam organisasi merupakan unsur yang sangat penting bagi keberhasilan organisasi mencapai sasaran dan tujuannya dengan efektif dan efisien. Jika ketrampilan para pelaksana organisasi kurang sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut untuk mewujudkan visinya, maka organisasi tersebut akan cenderung kontraproduktif. Oleh karenanya, skills merupakan cerminan dari core competence organisasi, karena strategi yang disusun juga merupakan refleksi atas skills yang ada.

f. Style; gaya manajemen (kepemimpinan) organisasi merupakan hasil perpaduan antara kelima elemen sebelumnya. Kelima elemen tersebut menentukan gaya kepemimpinan seperti apakah yang paling tepat agar organisasi dapat mencapai sasaran dan tujuannya secara efektif dan efisien. Gaya kepemimpinan yang kurang tepat dengan kelima elemen tersebut akan menyebabkan organisasi mnejadi gagal atau bahkan menuju kehancuran.

g. Strategy; tidak jauh berbeda dengan style, strategi organisasi dibangun berdasarkan shared vision dan keempat elemen yang melingkarinya secara langsung. Strategi suatu organisasi dimaksudkan agar organisasi dapat memiliki arahan yang jelas dan tegas tentang cara-cara yang dipakainya untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Tanpa strategi yang jelas, setiap organisasi akan berada pada kondisi seperti kapal yang berlayar tanpa pernah tahu ke mana akan berlabuh. Dalam organisasi bisnis, strategi merefleksikan kajian yang akurat tentang lingkungan bisnis, terutama tindakan/aktivitas saat ini dan akan datang dari para pesaing.